Media Informasi & Komunikasi Warga Arya Wang Bang Pinatih

 Melarapang Mahasabha ka Pratama Ngiring Icapang Karaketan Pasemetonan lan Sradha Bhakti Warga Arya Wang Bang Pinatih Nyujur Jagadhita 

VII. 14. Dukuh Sakti Pahang Mapamit Moksa

Dikisahkan sesudah lama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih memegang kekuasaan di wilayah Pinatih, datanglah masa tidak mengenakkan. Ada anggota masyarakat beliau yang dipakai sebagai mertua bernama I Dukuh Pahang atau I Dukuh Sakti. I Dukuh Sakti memang seorang yang memiliki pengetahuan yang tinggi, ahli dalam ilmu sastra yang mahautama, paham tentang Catur Kamoksan atau jalan Moksa yang empat, serta Falsafah menuju Kematian atau Tattwa Pati. Suatu saat I Dukuh menghadap kepada I Gusti Anglurah Pinatih :
?Aum Ki Arya Agung Pinatih, hamba sekarang memohon diri kepada tuanku, akan pulang ke Sorgaloka, akan moksah?.
Karena demikian kata I Dukuh, menjadi marah Kyai Anglurah Pinatih, serta berkata :
?Uduh Kaki Dukuh, seberapa besar karya yang Ki Dukuh sudah buat sehingga bisa mengatakan akan moksa ?. Saya saja yang begini, menjadi penguasa, banyak memiliki rakyat, kokoh membangun kebaikan, tidak bisa melakukan moksa. Sekarang kalau benar seperti yang dikatakan Dukuh yakni akan pulang ke dunia sana dengan moksa, saya akan berhenti menjadi penguasa di negara Badung?.

Baru saja demikian kata Kyai Anglurah Pinatih, segera Ki Dukuh berkata :
?Aum Kyai Anglurah Agung Pinatih, sebagai ratuning Jagat Kerthalangu, janganlah I ratu berkata demikian kepada hamba !. Memang benar hamba bisa moksa, ini simsim hamba bawa agar tuanku tidak kabjrawisa !?.

?Ah masa aku kurang apa. Sekarang kapan sira Dukuh akan melakukan moksah ??. menjawab sira Dukuh :
?Inggih, pada hari besok hamba akan pulang moksa, pada saat sang Surya tepat? diatas kepala?. Demikian atur sira Dukuh.

Karena sudah pasti janji I Dukuh akan moksa, kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih memberitahukan kepada para bala dan menterinya semua agar mengawasi di rumah Ki Dukuh, serta agar membawa tongkat, kalau ? kalau sira Dukuh dengan tongkat itu. Demikian perintah Ida Kyai Aglurah Agung Pinatih kepada rakyatnya semua.
Pada keesokan harinya, semua bersiap, bala pasukan serta para menteri menuju tempat kediaman sira Dukuh. Sesampainya disana dilihat sira Dukuh sedang menggelar yoga samadhi, menghadapi pedupaan. Sesudah masak betul yoganya, kemudian Ki Dukuh menyampaikan sapa kutukan bagi Kyai Anglurah Agung Pinatih :
?Inggih Kyai Anglurah Agung Pinatih, ratuning wilayah Kerthalangu, Jhah Tasmat ? semoga Kyai Anglurah Pinatih dirusak semut !?.
Sesudah menyampaikan sapa kutukan itu, Ki Dukuh masuk ke pedupaan besar itu, lepas, hilang tidak kelihatan lagi Ki Dukuh. Memang benar Ki Dukuh moksa tidak kembali lagi. Inggih hentikan dahulu sampai disini.
Sesudah itu, merasa kagum takjub rakyat Kyai Anglurah Agung Pinatih, memang benar Ki Dukuh moksa, kemudian disampaikannnya kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih prihalnya sira Dukuh. Saat itu Kyai Anglurah Agung Pinatih berdiam diri, berpikir dalam hatinya, terlanjur mengeluarkan kata ? kata tidak baik.